Oleh: Al Reizha De'Sheilalahie | Januari 5, 2010

~~ separuh jiwaku pergi ~~

sesaat setelah aku mendengarkan anang bernyanyi, aku mencoba memperhatikan kata demi kata yang dilantunkannya, ternyata semua itu benar-benar dari hati yang paling dalam, sebuah ungkapan hati yang luar biasa, coba perhatikan lirik lagunya dibawah ini.

Separuh Jiwaku Pergi
Memang indah semua
Tapi berakhir luka
Kau main hati
dengan sadarmu
kau tinggal aku

Benar ku mencintaimu
Tapi tak begini
Kau khianati hati ini
Kau curangi aku

Kau bilang tak pernah bahagia
Selama dengan aku
Itu ucap bibirmu
Kau dustakan semua
Yang kita bina
Kau hancurkan semua

hemmm., bagaima yah perasaan mbak kd dengerin ini..?

Oleh: Al Reizha De'Sheilalahie | Desember 21, 2009

~~ mari sucikan hati ~~

HATI adalah organ yang paling utama dalam tubuh manusia dan nikmat paling agung yang diberikan oleh Allah.  Hati menjadi tempat Allah membuat penilaian terhadap hamba-Nya.  Pada hatilah letaknya niat seseorang.  Niat yang ikhlas itu akan diberi pahala oleh Allah.  Hati perlu dijaga dan dipelihara dengan baik agar tidak rusak, sakit, buta, keras dan lebih-lebih lagi tidak mati.

Hati adalah amanah yang wajib dijaga sebagaimana kita diamanahkan untuk menjaga mata, telinga, mulut, kaki, tangan dan sebagainya daripada berbuat dosa dan maksiat.  Hati yang hitam ialah hati yang menjadi gelap kerana dosa.  Setiap satu dosa yang dilakukan tanpa bertaubat itu akan menyebabkan terjadinya satu titik hitam pada hati. Itu baru satu dosa. Maka bayangkanlah bagaimana pula kalau sepuluh dosa? Seratus dosa? Seribu dosa? Alangkah hitam dan kotornya hati ketika itu. Perkara ini jelas digambarkan dalam hadis Rasulullah bermaksud: “Siapa yang melakukan satu dosa, maka akan tumbuh pada hatinya setitik hitam, sekiranya dia bertaubat akan terkikislah titik hitam itu daripada hatinya. Jika dia tidak bertaubat, maka titik hitam itu akan terus merebak hingga seluruh hatinya menjadi hitam.” (Hadis riwayat Ibn Majah).

Hati yang kotor dan hitam akan menjadi keras. Apabila hati keras, kemanisan dan kelazatan beribadah tidak dapat dirasakan. Ia akan menjadi penghalang kepada masuknya nur iman dan ilmu.  Belajar sebanyak mana pun ilmu yang bermanfaat atau ilmu yang boleh memandu kita, namun ilmu itu tidak akan masuk ke dalam hati, kalau pun kita faham, tidak ada daya dan kekuatan kita untuk mengamalkannya. Allah berfirman yang bermaksud “Kemudian selepas itu, hati kamu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.  Begitulah Allah mendatangkan contoh dan menerangkan bahawa batu yang keras itu pun ada kalanya boleh mengalirkan air dan boleh terpecah kerana amat menakutki Allah.

Oleh itu, apakah hati manusia lebih keras daripada batu hingga tidak boleh menerima petunjuk dan hidayah daripada Allah. Perkara yang paling membimbangkan ialah apabila hati mati akan berlakulah kemusnahan yang amat besar terhadap manusia. Matinya hati adalah bencana dan malapetaka besar yang bakal menghitamkan seluruh kehidupan. Inilah natijahnya apabila kita lalai dan cuai mengubati dan membersihkan hati kita. Kegagalan kita menghidupkan hati akan dipertanggungjawabkan oleh Allah pada akhirat kelak.

Hati mati kerana tidak berfungsi mengikut perintah Allah iaitu tidak mengambil iktibar dan pengajaran daripada didikan dan ujian Allah. Allah berfirman bermaksud “Maka kecelakaan besarlah bagi orang yang keras membatu hatinya daripada menerima peringatan yang diberi oleh Allah. Mereka yang demikian keadaannya adalah dalam kesesatan yang nyata.” (Surah al-Zumar, ayat 22).  Hati juga mati jika tidak diberikan makanan dan santapan rohani sewajarnya. Kalau tubuh badan boleh mati kerana tuannya tidak makan dan tidak minum, begitulah juga hati. Apabila ia tidak diberikan santapan dan tidak diubati, ia bukan saja akan sakit dan buta, malah akan mati akhirnya. Santapan rohani yang dimaksudkan itu ialah zikrullah dan muhasabah diri.

Oleh karena  itu, jaga dan peliharalah hati dengan sebaik-baiknya supaya tidak menjadi kotor, hitam, keras, sakit, buta dan mati. Gilap dan bersihkannya dengan cara banyak mengingati Allah (berzikir). Firman Allah bermaksud “Iaitu orang yang beriman dan tenteram hati mereka dengan mengingati Allah. Ketahuilah! Dengan mengingati Allah itu tenang tenteramlah hati manusia.” (Surah al-Ra’d, ayat 28) Firman-Nya lagi bermaksud “Hari yang padanya harta benda dan anak-anak tidak dapat memberikan sebarang pertolongan, kecuali harta benda dan anak-anak orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera daripada syirik dan munafik.” (Surah al-Syura, ayat 88 – 89).

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaykum. Dikutip dari blognya http://akhwatfillah.wordpress.com/.

Oleh: Al Reizha De'Sheilalahie | Juni 25, 2009

~~ indahnya saling memaafkan ~~

handshake
Sperti biasanya Rasul dan para sahabat membaca Takbir,Tahmid dan Tahlil di Masjidil Haram..

Saat sedang bertakbir, tiba- tiba Rasulallah keluar dari kelompok dan menepih kearah dinding. Kemudian Rasullah mengangkat kedua tangannya ( layaknya orang berdoa ) saat itu Rasul mengatakan amin sampai tiga kali.

Setelah Rasul mengusapkan kedua tangan diwajahnya ( seperti biasa orang yg selesai berdoa ) para sahabat mendekat dan bertanya : Yaa Rasul Allah, apa yang terjadi sehingga engkau mengangkat kedua belah tanganmu sambil mengatakan amien sampai tiga kali ? Jawab Rasul : Tadi saya didatangi Malaikatullah “Jibril” dan meminta saya mengaminkan doanya.?

Apa gerangan doa yang dibacakan Jibril itu ya Rasul ? tanya sahabat dengan penuh tanda tanya.., kemudian Rasul menjawab : Kalau kalian ingin tahu inilah doa yang disampaikan Jibril dan saya mengaminkan? :

1. Ya Allah ya Tuhan kami, Janganlah diterima amal Ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia masih bersalah kepada orang tuanya dan belum dimaafkan?. Rasul mengatakan Amien.

2. Ya Allah ya Tuhan kami Janganlah diterima amal ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila suami isteri masih berselisih dan belum saling memaafkan.? Rasul mengatakan amien.

3. Ya Allah ya Tuhan kami janganlah diterima amal Ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia dengan tetangga dan kerabatnya masih berselisih dan belum saling Memaafkan.? Rasul mengatakan amien

Ketahuilah yaa ikhwah fillah….
Yang berdoa itu Jibril, Mahluk yang sejak diciptakan tidak pernah membantah dan berbuat dosa kepada Allah. Yang mengaminkan doa tersebut adalah Muhammad, manusia Ma’sum yang telah diampuni semua dosanya.

Tempat berdoa adalah Masjidilharam tempat yang mendapat berkah dari Allah. Waktu berdoa adalah malam iedul fitri yaitu satu diantara sepuluh malam jika kita berdoa langsung di ijabah oleh Allah. Masih kah kita menganggap sepele dengan perkara ‘tidak memaafkan kesalahan kerabat saudaranya’…?

MasyaAllah.., salam alaika yaa rasul Allah…”Allahumasholli ala Muhammad” Kami memohon syafaat darimu yaa nabi Allah. Yaa Rabbana., Kabulkanlah…, jika tidak maka kami akan menjadi orang-orang yang merugi.

Ikhwahfillah semua., bersama dengan posting bulletin ini ana sampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya, mungkin banyak interaksi selama di dunia maya ini yang tidak berkenan., ataupun banyak comment, massage dan posting bulletin yang menggelisahkan hati teman-teman sekalian..
Kepada Allah ana mohon ampunan dan kepada antum semua ana memohon maaf.. Afwan jiddan yaa ikhwah fillah., semoga kita disampaikan pada bulan yang mulia nanti dgn penuh ridho dan diridhoi.

Hadist tersebut dikisahkan oleh: Buhari Muslim dari Huzaifah dan Anas r.a.
Diposting oleh: ahuukum fillah, al.reza.de.silalahi.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori